Selamat datang di Komunitas Al Azhaar Tulungagung
Semoga dengan adanya komunitas ini tali silaturahmi antar keluarga besar Al Azhaar tetap terjalin dengan baik,
kami berharap partisipasi saudara semua untuk aktif dalam kegiatan ini.
Terlalu Banyak Nonton TV Dapat Membunuh
Satu jam tambahan di depan televisi setiap hari meningkatkan resiko seseorang meninggal akibat sakit jantung dan pembuluh darah sebesar 18%, demikian laporan Australian Associated Press, Selasa.
Menurut penelitian oleh beberapa ilmuwan Australia yang diterbitkan di Journal of the American Heart Association, masing-masing satu jam tambahan meningkatkan kemungkinan secara keseluruhan bagi seseorang untuk meninggal akibat semua sebab, termasuk kanker sebesar 11%.
"Tubuh manusia dirancang untuk bergerak, bukan duduk untuk waktu lama," kata pemimpin studi itu, David Dunstan.
UGM Kembangkan Energi Listrik Berbahan Bakar Biogas
Kebun Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Pertanian (KP4) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sedang mengembangkan energi listrik berbahan bakar biogas, kata Kepala KP4 UGM Cahyono Agus.
"Biogas itu merupakan hasil fermentasi kotoran sapi secara anaerob dalam wadah digester tertutup. Selain mampu menyuplai energi listrik sebesar 1.000 watt, pemurnian biogas itu juga bisa digunakan sebagai pengganti bensin," katanya di Yogyakarta, Rabu.
Ia mengatakan, KP4 UGM saat ini mempunyai digester tertutup sebesar 5m3, yang mampu menyuplai energi listrik bagi genset 1.000 watt selama lima jam.
Pemurnian biogas itu juga bisa digunakan untuk pengganti bensin, sehingga mesin tidak mudah korosi bahkan mesin menjadi lebih stabil dan awet. Bahan-bahan pemurniannya juga banyak tersedia di alam.
Film dokumenter garapan sutradara asal Belanda berjudul SYAWAL WAS VERY SCARED (SYAWAL SANGAT TAKUT) diputar untuk pertama kalinya di Garuda Teater, Banda Aceh.
"Pemutaran kali ini perdana di Aceh bahkan di Asia," kata Manajemen Gedung Garuda Teater dan Samsung IT Leaning Center, Hasrul di Banda Aceh, Jumat (22/01) lalu.
Menurut Hasrul, pemutaran film yang mengisahkan seorang anak korban tsunami asal Gampong Jawa Banda Aceh adalah hasil prakarsa sang sutradara sendiri, Wilma Ligthart.