UGM Kembangkan Energi Listrik Berbahan Bakar Biogas
Posted by admin on January 29 2010 05:31:00
Kebun Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Pertanian (KP4) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sedang mengembangkan energi listrik berbahan bakar biogas, kata Kepala KP4 UGM Cahyono Agus.

"Biogas itu merupakan hasil fermentasi kotoran sapi secara anaerob dalam wadah digester tertutup. Selain mampu menyuplai energi listrik sebesar 1.000 watt, pemurnian biogas itu juga bisa digunakan sebagai pengganti bensin," katanya di Yogyakarta, Rabu.

Ia mengatakan, KP4 UGM saat ini mempunyai digester tertutup sebesar 5m3, yang mampu menyuplai energi listrik bagi genset 1.000 watt selama lima jam.

Pemurnian biogas itu juga bisa digunakan untuk pengganti bensin, sehingga mesin tidak mudah korosi bahkan mesin menjadi lebih stabil dan awet. Bahan-bahan pemurniannya juga banyak tersedia di alam.


Extended News
"Tim peneliti KP4 UGM yang terdiri atas Ambar Pertiwiningrum, Wiratni, dan Iwan Setiawan mengembangkan teknologi pemurnian biogas CH4 hingga mempunyai tingkat kemurnian yang tinggi," katanya.

Dengan demikian, menurut dia, mampu meningkatkan nilai kalori pembakaran dan menjadikan biogas sebagai pengganti bahan bakar bensin pada mesin generator.

Ia mengatakan, teknologi pemurnian biogas itu selanjutnya akan dipatenkan dengan nama Gama Biogas. Pendaftaran paten pada sebuah teknologi sangat penting artinya untuk melindungi teknologi tersebut agar tidak dijiplak oleh pihak lain.

"Peluang kerja sama dengan Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga telah dilakukan untuk mengembangkan teknologi biogas itu lebih lanjut," katanya.

Menurut dia, dari hasil pemurnian tersebut, biogas digunakan untuk pembangkit listrik bahkan dalam pengembangannya biogas telah dapat dimasukkan ke dalam tabung elpiji tiga kg dan 12 kg.

"Keunggulan lain dari penelitian itu adalah tingkat kemurnian gas metan yang dihasilkan mencapai 80% - 85%," katanya. (ant/roc)